Sabtu, 11 Juni 2016

Kegiatan Ramadhan 1437 H

Membaca Alquran disunnahkan kapan saja dan dimana saja selama bukan tempat-tempat yang dimakruhkan membacanya, seperti di dalam wc.

Selama Bulan suci Ramadhan, santri Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu mempunyai 3 program Alquran

1. Khatam Alquran secara bersama-sama seusai Shalat Tarawih kemudian doa Khatam Alquran.
2. Khatam setiap individu dengan membaca Alquran minimal 2 juz setiap ba'da Subuh atau sebelumnya sampai waktu Isyraq kemudian Shalat 2 rakaat.
3. Tahfidz Alquran, minimal 1 juz di Bulan Ramadhan waktu mereka lowong sebelum pulang libur Id.

Banyak fadhilah doa Khatam Alquran, diantaranya pada saat itu 70 Malaikat mengamini doa yang dimunajahkan. Karenanya, sebagian Sahabat jika hendak melakukan doa Khatam Alquran, memanggil keluarganya untuk menghadirinya.

2 Juz merupakan standar minimal agar dapat Khatam selama 15 hari, untuk bisa pulang setelahnya, akan tetapi ada santri yg Khatam dalam waktu 3 hari, dengan niat memperbanyak Khatam agar mudah menghafalkannya.

Wallahu A'lam

Halaqah Khatam Ba'da Tarawih

Pengajian Individu Ba'da Subuh

Senin, 06 Juni 2016

Tokoh Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu

Bismillahirrahmanirrahim... Berkembanganya suatu lembaga, tidak bisa dengan sendirinya, akan tetapi ditopang oleh orang-orang yang berada di dalamnya serta dukungan masyarakat.

Alkhairaat sebagai lembaga Pendidikan, Dakwah, dan Sosial mempunyai andil besar untuk masyarakat Timur Indonesia, baik diakui atau tidak.

Semua ini karena Jasa Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) yang tidak mengenal lelah serta ikhlas dalam berdakwah dan mengajar. Berbagai rintangan dihadapi dan dilalui Beliau sampai akhir hayatnya sebagai bentuk pengamalan Ilmu yang telah Beliau terima dari Guru-gurunya, diantaranya adalah Ayahanda Beliau sendiri, Habib Salim bin Alawy Aljufri di Kota Taris Hadramaut Yaman, dan pernah juga menimba di Rubat Tarim Hadramaut Yaman, diantaranya dari Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiry yang mempunyai murid sampai ribuan.

Lukisan Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiri
beserta foto Anak-anak Beliau
Kepemimpinan tertinggi setelah Habib Idrus bin Salim Aljufri sebagai Ketua Utama Alkhairaat berpindah ke Anaknya, Habib Muhammad Aljufri dan saat ini dipegang oleh Habib Seggaf bin Muhamad Aljufri - semoga Allah memanjangkan umurnya dalam keadaan sehat, kuat dan afiat, aaamiin -.

Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu yang diresmikan pada Tahun 1975 dipimpin langsung oleh Habib Muhammad bin Idrus Aljufri, kemudian dilanjutkan oleh KH. Rustam Arsyad, dan selanjutnya oleh Habib Abdillah bin Muhammad Aljufri (adik dari Ketua Utama Alkhairaat yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum PB Alkhairaat juga) sampai meninggal pada Hari Sabtu, ba'da Zuhur, tanggal 22 Juli 2006 M / 26 Jumadil Akhir 1427 H.

Habib Idrus bin Abdillah Aljufri sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Putera Pusat Palu saat ini setelah meninggal Ayahanda, dengan Pimpinan Harian HS. Thalib bin Abdillah Al-Djufrie, S.Pd.I., M.Pd.I dan dibantu oleh
1. Kepala Oprasional Pesantren : HS. Muhammad Rumi
2. Kepsek SMP Alkhairaat 2 Palu : Ahmad Hadi Rumi, S.Pd.I
3. Pengasuh Pesantren dan Guru Sekolah.
4. Keluarga Alm. Habib Abdillah, baik secara langsung atau tidak.
5. Khirrij al-Ma'had (lulusan pesantren).

Ketua Utama
dan
Pimpinan Pondok Pesantren
Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu merupakan bagian kecil dari Alkhairaat yang banyak, akan tetapi tujuannya semua secara garis besar satu, yaitu untuk Menghilangkan Kebodohan, khususnya yang ummat Islam berada di Indonesia.
.الدنيا ملعونة، ملعون ما فيها إلا عالما أو متعلما أو ذكر الله.
Dunia dilaknat dan seisinya, kecuali orang Alim, pelajar, dan mengingat Allah.

Semua pelajar yang pernah menimba ilmu pengetahuan di Alkhairaat merupakan Abnaul Khairaat (Anak-anak Alkhairaat), baik hanya sebentar waktunya atau lama, lulus atau tidak. Habib Idrus bin Salim Aljufri merupakan Ayah, Lembaga Pendidikan Alkhairaat merupakan Ibu, dan para pelajarnya adalah anak. Setiap anak wajib berbakti kepada orang tuanya, kecuali mereka memposisikan dirinya seperti "kacang yang lupa pada kulitnya", maka itu adalah pilihan mereka sendiri.

Orang Tua
Semua orang yang pernah belajar di Lembaga Pendidikan Alkhairaat merupakan Murid dari Habib Idrus bin Salim Aljufri, baik secara langsung atau dengan perantara, yang bersumber dari Guru-guru mulia yang bersambung Sanad-nya sampai kepada Rasul shallallah 'alaih wa salam.
لو لا الإسناد، لقال من شآء ما شآء.
Jikalau bukan karena sanad, maka setiap orang akan berkata apa saja.

ketika Alm. Habib Abdillah Aljufri masih hidup, semua santri memanggil dengan sebutan "Abi dan Umi", mereka mengetahui posisi mereka sebagai anak-anak ruh yang dididik untuk menjadi baik, sehingga banyak dari mereka menjadi sukses bukan hanya karena ilmu, akan tetapi karena adab/akhlak.

Alm. Habib Abdillah Aljufri (Abi) dan Hababah Nur Alkaf (Umi)
Sya'ir Habib Idrus bin Salim Aljufri menyebutkan tentang hal itu :

بالعلم والأخلاق إدراك المنى # إن رمت علما لا تكن متكبرا
Cita-cita diraih dengan Ilmu dan Akhlak # jika engkau belajar, janganlah sombong

Wallahu A'lam.

Minggu, 05 Juni 2016

Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1437H.

Assalamu 'Alaikum Wr. Wb.

Hampir Setiap Tahun Puasa Ramadhan dilaksanakan, akan tetapi sudah sampai mana kualitasnya..? maka perlu evaluasi untuk perbaikan, agar jangan sampai ibadahnya sia-sia belaka yang kerugiannya terasa di akhirat kelak.


Kami membuka kesempatan untuk berdiskusi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Puasa Bulan Ramadhan, dll di kolom komentar.

Jazakumullah Khairan.

Jumat, 27 Mei 2016

Mengisi Halaqah TOT Cara Cepat Baca Kitab Kuning

Bismillahirrahmanirrahim... Hari Kamis 26 Mei 2016 seorang Pembina Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu diminta untuk mengisi materi Hari Sabtu, 28 Mei 2016, yaitu Ustadz Ahmad Hadi Rumi, S.Pd.I dalam Halaqah TOT Cara Cepat Baca Kitab Kuning dengan judul "Pembelajaran Kitab Kuning di Pesantren dan Al-Jami'ah" dengan tempat di Asrama Haji.

Hasil dari Halaqah ini adalah "Membaca Kitab Kuning (Kitab tanpa harakat) dapat dipelajari dengan cepat, akan tetapi penguasaannya butuh waktu sambil mendalami Ilmu Nahwu, Sharaf, Tashrif, dan menghafal Mufradaat (Kosa Kata) secara berkesinambungan."

Semoga Santri Provinsi Sulawesi Tengah bisa berjalan bersama dengan Provinsi lainnya dalam memahami Kitab Kuning yang merupakan Referensi Asli Lembaga Pendidikan Islam.
Seusai memberi Materi
Ketika Mengisi Materi

Minggu, 15 Mei 2016

Kunjungan Tamu ke Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu

Bismillahirrahmanirrahim... Memuliakan dan menyambut tamu merupakan hak sesama Muslim, sehingga pada zaman dahulu tidak ada namanya penginapan. akan tetapi dengan dimanfaatkan hal itu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, maka sebagian orang tidak lagi asal menerima tamu yang mengakibatkan munculnya penginapan/hotel sebagai tempat istirahat jika datang ke sebuah daerah.

Semua tamu hukumnya sama, yaitu dimuliakan, baik umara terlebih ulama, berikut dokumentasi kedatangan sebagian tamu ke Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu


Habib Abdullah bin Abdurrahman Almuhdhar 
(Ulama Tarim, Hadramaut, Yaman)
Kunjungan Beliau dalam rangka menghadiri Houl Pendiri Madrasah Alkhairaat yang mempunyai cabang sampai ratusan pada saat transportasi masih seadanya serta medang yang sulit, Habib Idrus bin Salim Aljufri (sapaan : Guru Tua) sekaligus memberikan tausiyah pada haul tersebut, serta nasehat dan ijazah khusus kepada Santri Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu.

Habib Alwi bin Abdullah Alaydrus 
(Ulama Tarim, Hadramaut, Yaman)
Kunjungan Beliau dalam rangka menghadiri Houl Habib Abdillah bin Muhammad bin Idrus bin Salim Aljufri sekaligus memberikan tausiyah pada acara tersebut, serta nasehat dan ijazah khusus kepada Santri Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu.

Sayyid Sa'duddin Alhasani dan Syekh Abdurrahman Bleiq
(Ulama dari Libanon)
Kunjungan Beliau berdua dalam rangka kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Libanon dalam Pendidikan, dan mendapat jadwal berkunjung ke Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu